WildRiftGallery - Tidak banyak yang tahu, bahwa ada sebuah merek mobil sport yang dibuat oleh negeri Timur Tengah.
Mobil itu adalah Lykan Hypersport, buatan W Motors. Mobil buatan arab ini mempunyai desain yang tidak kalah dengan merek merek lainnya seperti Pagani, Koenigsegg, Ferrari, dan lainnya.
Yang lebih parahnya lagi, mobil ini tergolong kategori Hypersport, jadi kelasnya uda diatas mobil sport ala Ferrari atau McLaren.
Harga mobil ini sekitaran 3.4 juta dollar amerika, atau jika di kurskan ke rupiah sekitar 50 miliar. Untuk para orang arab juragan minyak yang kaya raya sih harga gitu biasa ya, apalagi buatan lokal bagi mereka, sehingga ada gengsi tersendiri jika memilikinya.
Lykan Hypersport memiliki mesin 3,7 liter 780bhp, twin-turbo flat-six yang dapat melaju dari 0-100 km/jam hanya dalam 2,8 detik (lebih cepat dari Lamborghini) dan mencapai kecepatan tertinggi 395 km/jam.
Desainnya yang futuristik dan kinerja mesin yang aduhai sekelas hypercar, akan ditambahin lagi dengan layanan premium khusus. Beberapa contoh layanan premium khusus adalah pembeli mendapatkan sistem servis global, di mana jika menekan tombol khusus di dalam mobil akan memanggil teknisi W Motors datang untuk membantu mereka, bahkan jika diperlukan para ahli teknisi itu akan terbang dengan pesawat jika Anda berada di luar negeri.
Selain itu anda juga akan mendapatkan jam tangan mewah Franck Muller, sebuah merek mahal dari perusahaan Swiss, edisi khusus dari Franck Muller biar menambah gengsi.
W Motors ini didirikan oleh Debbas, dia mendirikan perusahaan ini tahun 2008, saat itu dia masih baru berusia 22 tahun, masih seorang pembawa acara yang mengkoordinasikan spesialis yang ada di Timur Tengah dan Eropa. Di bawah pengawasan 15 staf inti di Dubai, 70 pekerja kontrak staf di Italia dari insinyur otomotif Magna Steyr membangun mobil di sekitar mesin dan sasis yang dibuat oleh spesialis RUF di Jerman.
Tentunya mobil ini tidak akan dapat kita temui di Indonesia, mungkin selamanya tidak akan. Bukan soal harga saja, yang jika di impor ke Indonesia , akan mencapai ratusan milyar rupiah (pajak dan bea impor barang mewah), tapi juga alasan merek.